Mengukir Prestasi Lewat Kata: Ekskul Puisi SMP Swasta Bina Bangsa 01 Terus Bersinar

Di tengah hiruk pikuk dunia digital, para siswa SMP Swasta Bina Bangsa 01 justru menemukan kedamaian dan ekspresi diri melalui untaian kata. Ekstrakurikuler Puisi telah menjadi wadah kreatif unggulan di sekolah ini, membuktikan bahwa sastra tetap relevan dan membanggakan di mata generasi muda.

Kesuksesan ekstrakurikuler ini tidak lepas dari bimbingan sosok Pak Asri. Sebagai pembina, beliau dikenal sebagai mentor yang sabar namun disiplin dalam mengarahkan bakat para siswa. Di bawah arahan Pak Asri, siswa tidak hanya diajarkan cara menulis, tetapi juga cara “menghidupkan” setiap kata yang mereka goreskan di atas kertas.

“Pak Asri selalu mengajarkan kami bahwa puisi adalah kejujuran. Beliau membantu kami menemukan suara unik masing-masing,” ujar salah satu anggota ekskul.

Jadwal Rutin: Ruang Kreativitas di Sore Hari

Setiap Senin dan Selasa, suasana sekolah tetap hidup meski bel pulang telah usai. Mulai pukul 14.30 hingga 16.00, para anggota ekskul berkumpul untuk mengasah kemampuan mereka. Pak Asri memimpin para anggota untuk mendalami berbagai teknik.

Kegiatan rutin ini mencakup:

  • Bedah Karya: Menganalisis makna di balik puisi-puisi maestro Indonesia.
  • Workshop Cipta: Berlatih teknik rima, diksi, dan metafora untuk menulis karya orisinal.
  • Latihan Vokal & Olah Tubuh: Teknik membaca puisi (deklamasi) yang tidak hanya mengandalkan suara, tapi juga penjiwaan dan ekspresi fisik.

Puncak Prestasi: Juara 2 Festival Anak Sholeh 2025

Kerja keras dan dedikasi anggota ekskul ini akhirnya membuahkan hasil manis di kancah eksternal. Belum lama ini, tim puisi SMP Swasta Bina Bangsa 01 berhasil menyabet gelar Juara 2 dalam Lomba Cipta Baca Puisi di ajang bergengsi Festival Anak Sholeh Tahun 2025 yang diadakan oleh Yayasan Bina Bangsa WILMAR Group Kalimantan Tengah.

Prestasi ini sangat membanggakan karena siswa dituntut tidak hanya mampu membacakan puisi dengan indah, tetapi juga menciptakan karya tulis secara spontan sesuai tema religi yang ditentukan panitia. Kemenangan ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan setiap sore di sekolah mampu mencetak penyair muda yang kompetitif.

“Puisi bukan sekadar deretan kata, tapi cara kami melihat dunia. Kemenangan di Festival Anak Sholeh adalah bonus dari kecintaan kami pada sastra.” — Salah satu anggota ekskul puisi.

Mengapa Bergabung dengan Ekskul Puisi?

Selain mengincar piala, ekskul ini bertujuan membentuk karakter siswa agar lebih peka secara emosional dan percaya diri saat tampil di depan publik. Bagi siswa SMP Swasta Bina Bangsa 01 yang memiliki keresahan atau ide yang ingin disampaikan, puisi adalah “mic” terbaik untuk didengarkan.

Mari kita teruskan tradisi juara ini dan biarkan dunia mendengar bait-bait indah dari tangan kalian!