Halo! Perkenalkan, saya Salsabella Meirela.
Di sekolah, saya mengajar Matematika dan biasa dipanggil Bu Salsa, Bu Sasa, atau Bu Bella, silakan pilih, bebas, senyamannya saja ^_^

Saya merupakan lulusan S1 Pendidikan Matematika, Universitas Lambung Mangkurat. Saya lahir di Banjarmasin (numpang lahir saja) meskipun sebenarnya saya tumbuh dan besar di Sampit, Kalimantan Tengah. Ayah saya berasal dari Surabaya dan ibu yang juga masih keturunan Jawa Timur. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dengan satu adik laki-laki yang jarak usianya hampir 12 tahun.

Sebagai guru yang masih berada di awal perjalanan mengajar, saya menyadari bahwa pengalaman saya masih terus berkembang. Namun, justru dari proses itu menjadi motivasi saya untuk terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan bertumbuh bersama siswa. Dalam mengajar Matematika, saya berusaha menciptakan suasana kelas yang santai, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, agar matematika terasa lebih ramah dan tidak bikin tegang.

Di luar kelas, saya punya beberapa hal kecil yang cukup menggambarkan diri saya. Saya menyukai warna pink, bahkan kamar saya didominasi warna pink dan putih. Lucunya, untuk urusan berpakaian, saya justru lebih sering memilih warna gelap.

Saya juga suka makan mie ayam. Bahkan saat berkuliah di Banjarmasin, saya hobi mencoba berbagai tempat mie ayam dan bakmi, dari yang populer sampai yang tersembunyi di gang-gang kecil karena kadang, tempat kecil justru punya rasa paling juara.

Hal yang selalu menjadi pengingat dan penyemangat saya adalah keluarga. Saya terlahir dari keluarga sederhana dan seadanya. Saya juga terbiasa hidup sederhana dan jarang mengucap kata meminta ke orang tua. Ayah saya bekerja sebagai mekanik alat berat, sedangkan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Keduanya bukan lulusan sarjana, namun atas kerja keras dan doa Ayah dan Ibu, mereka mampu menyekolahkan saya hingga meraih gelar sarjana.

Alhamdulillah saya bersyukur karena banyak hal dalam hidup saya yang bisa saya raih atas hasil kerja keras saya sendiri. Mulai dari bisa masuk SMA tanpa tes, diterima kuliah melalui SNMPTN, hingga dipermudah dalam proses mencari pekerjaan. Saya percaya, semua itu adalah hasil dari usaha yang konsisten dan doa orang tua yang luar biasa (doa yang rasanya bisa “diadu di langit”).

Sebagai guru muda, prinsip saya sederhana: pelan tapi paham, santai tapi tetap jalan. Harapan saya, siswa tidak hanya bisa menghitung, tetapi juga berani mencoba, berpikir logis, dan menikmati proses belajar tanpa takut salah.