Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin Wakili Kalimantan Tengah melalui Inovasi DICOMBA

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMP Swasta Bina Bangsa 01. Tim Kha-Mar yang beranggotakan Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin, peserta didik kelas IX C, berhasil melaju ke tingkat nasional Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2026 pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Prestasi ini semakin istimewa karena Tim Kha-Mar menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah pada jenjang SMP/sederajat yang berhasil melaju ke tingkat nasional OPSI 2026. Dalam proses penelitian, keduanya mendapat bimbingan dari guru IPA SMP Swasta Bina Bangsa 01, Dilla Sasvita, S.Si.

Perjalanan Menuju Nasional

Perjalanan Tim Kha-Mar menuju tingkat nasional merupakan hasil dari proses penelitian selama kurang lebih delapan bulan, mulai 17 Februari hingga 13 September 2026. Berbagai tahapan dilalui, mulai dari penyusunan proposal, pengembangan gagasan, studi literatur, eksperimen, pengumpulan dan analisis data, hingga penyempurnaan produk.

Pada bidang IPA jenjang SMP/sederajat, tercatat sebanyak 1.088 tim dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi OPSI 2026. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, hanya 20 tim terbaik yang berhasil melaju ke tingkat nasional. SK Pemenang dapat dilihat disini.

Tahap presentasi dan pemaparan produk penelitian dijadwalkan berlangsung pada 24–30 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Mengubah Hama Menjadi Inovasi

Dalam OPSI 2026, Tim Kha-Mar mengangkat penelitian berjudul:

“DICOMBA: Inovasi Edible Coating Berbasis Kitosan Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros) sebagai Upaya Pengawetan Berkelanjutan pada Ikan Asin.”

Gagasan penelitian ini berangkat dari kondisi lingkungan sekitar sekolah yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit. Salah satu organisme yang mudah ditemukan adalah kumbang badak (Oryctes rhinoceros), yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman kelapa dan kelapa sawit.

Tim Kha-Mar mencoba melihat permasalahan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Melalui pendekatan research and development, mereka mengembangkan potensi kumbang badak menjadi kitosan yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar edible coating.

Edible coating merupakan lapisan tipis yang dapat diaplikasikan pada permukaan bahan pangan untuk membantu mempertahankan kualitas produk. Dalam penelitian ini, edible coating berbasis kitosan dikembangkan untuk diaplikasikan pada ikan asin sebagai inovasi pengawetan pangan yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan.

Penelitian DICOMBA juga mengembangkan penelitian sebelumnya yang masih terbatas pada pengolahan kumbang badak hingga menghasilkan kitin. Tim Kha-Mar berupaya mengembangkannya lebih lanjut menjadi kitosan dan produk edible coating yang memiliki potensi aplikasi nyata.

Belajar dari Proses dan Kegagalan

Perjalanan penelitian Tim Kha-Mar tidak selalu berjalan sesuai rencana. Dalam beberapa tahap eksperimen, tim sempat memperoleh hasil yang belum sesuai dengan target.

Namun, hal tersebut tidak menghentikan langkah mereka. Bersama guru pembimbing, Tim Kha-Mar terus melakukan evaluasi, memperbaiki prosedur, mengulang eksperimen, dan menyempurnakan produk.

Proses tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin bahwa penelitian membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsistensi, serta keberanian untuk mencoba kembali.

Contoh dampak kerusakan hama Kumbang Badak pada tanaman sawit

Keberhasilan mereka membuktikan bahwa sebuah inovasi dapat berawal dari permasalahan sederhana di lingkungan sekitar. Dengan rasa ingin tahu, pemikiran ilmiah, dan kerja keras, sebuah permasalahan dapat dikembangkan menjadi peluang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Bangga Mewakili Kalimantan Tengah

Keberhasilan Tim Kha-Mar menjadi finalis nasional OPSI 2026 merupakan kebanggaan besar bagi SMP Swasta Bina Bangsa 01 dan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.

Prestasi ini menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengembangkan potensi, berpikir kritis, dan menghasilkan inovasi yang berangkat dari lingkungan sekitar.

SMP Swasta Bina Bangsa 01 memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan. Penghargaan juga disampaikan kepada Dilla Sasvita, S.Si. selaku guru pembimbing atas bimbingan, motivasi, dan pendampingan selama proses penelitian.

Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk menciptakan inovasi.

Selamat Berjuang, Tim Kha-Mar!

Dari SMP Swasta Bina Bangsa 01, membawa inovasi lokal menuju panggung nasional dan mengharumkan nama Kalimantan Tengah.

SMP Swasta Bina Bangsa 01, Berprestasi, Berinovasi, dan Menginspirasi Indonesia!

 

Ditulis oleh Tim Jurnalistik SMP Swasta Bina Bangsa 01