SAMPIT – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menggelar pertemuan rutin yang berlangsung di Ruang Meeting Aula Ki Hajar Dewantara SMP-SMA Swasta Bina Bangsa 01. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para kepala sekolah untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta membangun kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Ki Hajar Dewantara.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh kepala sekolah yang tergabung dalam MKKS Ki Hajar Dewantara dan dipimpin langsung oleh Ketua MKKS, Hamdin, S.Pd., M.Si. (Kepala SMP Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan). Turut mendampingi Sekretaris MKKS, Sukban Abdul Aziz, S.S. (Kepala SMP Negeri 1 Teluk Sampit), serta Bendahara MKKS, Rinawati, S.Pd. (Kepala SMP Negeri 2 Teluk Sampit).
Dalam sambutannya, Ketua MKKS menyampaikan bahwa forum ini merupakan sarana strategis untuk memperkuat sinergi antar kepala sekolah dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik, setiap sekolah diharapkan mampu saling berbagi pengalaman, inovasi, serta solusi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penyusunan Kalender Pendidikan MKKS Ki Hajar Dewantara Tahun Ajaran 2026/2027. Pembahasan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur yang memberikan kewenangan kepada setiap satuan pendidikan untuk menyusun dan merumuskan kalender pendidikannya masing-masing. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan keleluasaan kepada sekolah dalam mengatur agenda akademik maupun nonakademik sesuai karakteristik dan kebutuhan sekolah, dengan tetap mengacu pada ketentuan penyusunan kalender pendidikan yang berlaku.
Melalui forum MKKS, seluruh kepala sekolah menyusun dan menyepakati kalender pendidikan yang nantinya menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, asesmen, kegiatan kesiswaan, pengembangan karakter, serta berbagai program sekolah lainnya selama Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan adanya kalender pendidikan yang disusun secara bersama, diharapkan pelaksanaan program pendidikan di seluruh sekolah anggota MKKS dapat berlangsung lebih terarah, terkoordinasi, dan efektif.

Agenda berikutnya adalah diskusi program-program unggulan sekolah. Dalam sesi ini, masing-masing kepala sekolah berbagi praktik baik yang telah diterapkan di sekolahnya, mulai dari inovasi pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, budaya literasi, pengembangan ekstrakurikuler, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga strategi peningkatan mutu sekolah. Diskusi berlangsung secara aktif dan menjadi sarana saling belajar untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Pertemuan juga diisi dengan sharing session mengenai strategi sukses menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sekolah-sekolah yang berhasil meloloskan peserta didiknya pada OSN Tingkat Kabupaten menuju Tingkat Provinsi berbagi pengalaman mengenai proses pembinaan, pemetaan potensi peserta didik, penyusunan program latihan, pendampingan intensif, serta pentingnya kolaborasi antara guru, sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam mencetak prestasi akademik.

Pada tahun 2026, terdapat dua sekolah anggota MKKS Ki Hajar Dewantara yang berhasil mengantarkan peserta didiknya lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur menuju OSN Tingkat Provinsi, yaitu SMP Swasta Bina Bangsa 01 dan SMP Negeri 2 Teluk Sampit.
SMP Swasta Bina Bangsa 01 berhasil meloloskan enam peserta didik, yaitu: Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Kenzie Sheehan Al Azzam dan Muhammad Fakhri Muyasir. Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Delta dan Rhadika. Bidang Matematika: Racha Putri Adria dan Zahra Ayundya Ramdhan.
Sementara itu, SMP Negeri 2 Teluk Sampit berhasil meloloskan: Bidang Matematika: Nur Rendy Rizqia. Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Siti Nafisyah.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan seluruh anggota MKKS Ki Hajar Dewantara sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi, pembinaan yang berkelanjutan, serta komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mampu menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat budaya akademik yang unggul.
MKKS Ki Hajar Dewantara sendiri beranggotakan 16 sekolah, yaitu SMP Swasta Bina Bangsa 01, SMP IT Almadaniyah Samuda, SMP Negeri 1 Mentaya Hilir Utara, SMP Negeri 2 Mentaya Hilir Utara, SMP Negeri 3 Mentaya Hilir Utara, SMP Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan, SMP Negeri 2 Mentaya Hilir Selatan, SMP Negeri 3 Mentaya Hilir Selatan, SMP Negeri 1 Teluk Sampit, SMP Negeri 2 Teluk Sampit, SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Hanaut, SMP Negeri Satu Atap 2 Pulau Hanaut, SMP Negeri Satu Atap 3 Pulau Hanaut, SMP Negeri 1 Pulau Hanaut, SMP Negeri 2 Pulau Hanaut, dan SMP Negeri 3 Pulau Hanaut.

Melalui pertemuan rutin ini, seluruh kepala sekolah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, saling berbagi praktik baik, dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Semangat kebersamaan yang terjalin di lingkungan MKKS Ki Hajar Dewantara diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi pendidikan, meningkatkan prestasi peserta didik, serta mewujudkan sekolah-sekolah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
