Inovasi DiCOMBA, Karya Penelitian Siswa SMP Swasta Bina Bangsa 01 yang Mengangkat Potensi Kearifan Lokal dan Pengawetan Berkelanjutan

Jakarta, 24/30 September 2026 — Semangat untuk terus berkarya, meneliti, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh siswa SMP Swasta Bina Bangsa 01. Dua siswa terbaik, Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin, yang tergabung dalam Tim Kha-Mar, mendapatkan kesempatan istimewa untuk mewakili SMP Swasta Bina Bangsa 01 sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah dalam ajang bergengsi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Ajang OPSI 2026 jenjang SMP/MTs/Sederajat dan SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat diselenggarakan pada 24–30 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kegiatan tersebut mempertemukan para siswa peneliti terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menunjukkan berbagai inovasi yang lahir dari kreativitas generasi muda Indonesia.

Dalam perjalanan mengikuti kompetisi nasional tersebut, Tim Kha-Mar didampingi oleh Ibu Dilla Sasvita, S.Si. dan Bapak Ustad Fatah Al Hakim, S.E.I., M.M. dan Ketua Kontingen dari Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, yaitu Ibu Reni Nurdiyanningsih, SE, S.Pd. Kehadiran para pembimbing menjadi bagian penting dalam memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan kepada kedua siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pada ajang tersebut, Tim Kha-Mar membawa sebuah penelitian inovatif berjudul “DiCOMBA (Inovasi Edible Coating Berbasis Kitosan Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros) sebagai Upaya Pengawetan Berkelanjutan pada Ikan Asin)”.

Penelitian tersebut merupakan bentuk kreativitas siswa dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Melalui DICOMBA, Tim Kha-Mar berupaya menghadirkan gagasan mengenai pengawetan ikan asin yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan kitosan dari kumbang badak (Oryctes rhinoceros).

Karya ini tidak hanya menunjukkan kemampuan siswa dalam melakukan penelitian, tetapi juga memperlihatkan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan sumber daya, serta upaya mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Hari Pertama: Registrasi dan Persiapan Stand Penelitian

Rangkaian kegiatan OPSI 2026 dimulai pada 24 September 2026. Sesampainya di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tim Kha-Mar bersama para pembimbing melakukan proses registrasi dan mengikuti pengarahan awal dari panitia. Registrasi peserta dilaksanakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Setelah proses registrasi selesai, peserta mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pameran penelitian.

Suasana kampus UMJ pada hari tersebut dipenuhi oleh semangat para peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Masing-masing kontingen membawa karya dan penelitian terbaik mereka untuk diperkenalkan kepada juri, tamu undangan, serta peserta lainnya. Sebanyak 125 tim mengikuti kegiatan OPSI 2026, yang terdiri atas 60 tim jenjang SMP dan 65 tim jenjang SMA. Keberagaman daerah asal peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pertemuan bagi para peneliti muda untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta melihat berbagai inovasi yang dikembangkan oleh siswa dari seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah persiapan dan dekorasi stand penelitian. Setiap tim berusaha menampilkan stand yang informatif, kreatif, dan mampu menggambarkan identitas serta keunggulan penelitian masing-masing. Tim Kha-Mar pun mempersiapkan stand DICOMBA dengan penuh semangat. Berbagai informasi mengenai latar belakang penelitian, proses penelitian, hasil, hingga keunggulan inovasi disusun agar dapat dipahami oleh pengunjung.

Hari Kedua: Pembukaan dan Presentasi Pameran

Memasuki 25 September 2026, kegiatan OPSI 2026 secara resmi dilanjutkan dengan acara pembukaan. Para peserta dari berbagai daerah mengikuti pembukaan dengan penuh antusias. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dan pameran penelitian. Pada kesempatan tersebut, Tim Kha-Mar mempresentasikan penelitian DICOMBA di hadapan tiga orang juri dari panitia OPSI.

Presentasi menjadi salah satu pengalaman penting bagi Khadriaan Maulana dan Ahmad Qomarudin. Mereka dituntut untuk mampu menjelaskan penelitian secara sistematis, mulai dari latar belakang munculnya gagasan, proses penelitian, hasil yang diperoleh, hingga manfaat penelitian. Selain para peserta dan juri, kegiatan pameran juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan dari sejumlah institusi pendidikan. Salah satu tamu yang memberikan perhatian terhadap penelitian Tim Kha-Mar adalah Prof. Dr. Sri Rustiyanti, S.Sen., M.Sn. dari ISBI Bandung. Beliau memberikan apresiasi sekaligus pesan yang sangat berarti kepada Tim Kha-Mar: “Semoga hasil sistemnya bermanfaat bagi masyarakat luas.” Pesan tersebut menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi Tim Kha-Mar. Bagi mereka, penelitian bukan hanya tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hari Ketiga: Presentasi Penelitian DiCOMBA di Hadapan Juri

Pada 26 September 2026, perjuangan Tim Kha-Mar berlanjut pada tahapan presentasi penelitian yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pada sesi ini, Tim Kha-Mar kembali mempresentasikan hasil penelitian DiCOMBA: Inovasi Edible Coating Berbasis Kitosan Kumbang Badak sebagai Upaya Pengawetan Berkelanjutan pada Ikan Asin.

Presentasi dilakukan secara langsung di hadapan para juri. Selain kemampuan menyampaikan materi, para siswa juga harus menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap penelitian yang mereka lakukan. Setelah presentasi selesai, ketiga juri memberikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman Tim Kha-Mar terhadap metode, hasil, dan penerapan penelitian. Salah satu pertanyaan yang diberikan kepada tim adalah: “Cara penyimpanan dan pengeringan mana yang paling optimal. Dengan percaya diri, Tim Kha-Mar menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian, formulasi satu dengan kombinasi pengeringan secara terbuka (open) dan penyimpanan di tempat tertutup merupakan perlakuan yang paling optimal. Sesi tanya jawab tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kedua siswa. Mereka belajar untuk mempertahankan hasil penelitian secara ilmiah, menyampaikan argumentasi, serta menjawab pertanyaan dengan tenang dan berdasarkan data yang telah diperoleh selama proses penelitian.

Hari Keempat: Mengikuti Research Idea Challenge

Pada 27 September 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Research Idea Challenge (RICh) yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan RICh menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menciptakan dan menyampaikan gagasan penelitian. Bagi Tim Kha-Mar, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan pengalaman. Mereka tidak hanya belajar mengenai penelitian yang sedang mereka kerjakan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana para peserta lain mengembangkan ide dan gagasan kreatif. Interaksi antarpeserta juga menciptakan suasana belajar yang menarik. Berbagai gagasan penelitian dari berbagai daerah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan inovasi.

Hari Kelima: Kolaborasi Bersama Bina Talenta Indonesia

Pada 28 September 2026, peserta OPSI mengikuti kegiatan kolaborasi bersama BTI (Bina Talenta Indonesia). Kegiatan BTI merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menemukan, mengenali, dan mengembangkan berbagai potensi serta talenta generasi muda. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka mengikuti berbagai aktivitas yang dilaksanakan di sejumlah titik di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi Tim Kha-Mar. Tidak hanya berkutat pada penelitian, para peserta juga diajak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, dan keberanian menyampaikan gagasan. Pada malam hari, rangkaian kegiatan BTI semakin meriah dengan berbagai agenda, di antaranya presentasi poster, debat antarmahasiswa internasional UMJ, serta acara penutupan dan penyerahan berbagai penghargaan kepada tim-tim terbaik. Suasana kebersamaan semakin terasa karena para peserta berasal dari berbagai daerah dan memiliki latar belakang yang beragam.

Hari Keenam: Penghargaan dan Apresiasi untuk Tim Kha-Mar

Tanggal 29 September 2026 menjadi salah satu hari yang penuh kebanggaan. Pada hari tersebut dilaksanakan pembagian penghargaan OPSI serta berbagai penghargaan khusus. Salah satu penghargaan khusus yang diberikan mengangkat bidang kearifan lokal, dan Tim Kha-Mar berhasil mendapatkan apresiasi atas karya penelitian yang mereka bawa. Penghargaan tersebut menjadi sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi Tim Kha-Mar.

Penelitian DiCOMBA tidak hanya berbicara tentang sebuah inovasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah melalui proses penelitian dan dikembangkan menjadi sebuah gagasan yang bernilai. Bagi SMP Swasta Bina Bangsa 01, pencapaian tersebut merupakan kebanggaan tersendiri. Dua siswa dapat membawa nama sekolah dan Kalimantan Tengah dalam sebuah ajang penelitian tingkat nasional yang mempertemukan ratusan siswa peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Penghargaan tersebut juga menjadi bukti bahwa kearifan lokal, kreativitas, dan penelitian dapat berjalan beriringan dalam melahirkan sebuah inovasi yang bermanfaat.

Hari Ketujuh: Perjalanan Kembali ke Daerah

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari, 30 September 2026 menjadi hari terakhir bagi para kontingen di Jakarta. Masing-masing kontingen mulai melakukan perjalanan kembali ke daerah asal dengan membawa pengalaman, kenangan, dan pelajaran berharga selama mengikuti OPSI 2026. Begitu pula dengan Tim Kha-Mar.

Perjalanan pulang bukan sekadar akhir dari sebuah kompetisi, tetapi menjadi awal dari perjalanan baru untuk terus belajar dan mengembangkan penelitian. Tujuh hari di Universitas Muhammadiyah Jakarta telah memberikan banyak pengalaman bagi Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin. Mereka belajar bahwa menjadi seorang peneliti muda membutuhkan ketekunan, keberanian, kerja sama, kemampuan berpikir kritis, serta kemauan untuk terus belajar.

Dukungan Besar di Balik Perjalanan Tim Kha-Mar

Kesuksesan Tim Kha-Mar tentu tidak lahir dalam waktu singkat. Di balik pencapaian tersebut terdapat kerja keras, doa, dukungan, dan pendampingan dari banyak pihak. Perjalanan Tim Kha-Mar mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMP Swasta Bina Bangsa 01, Tim R&D EMU PT Mustika Sembuluh 1, serta para pembimbing yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi.

Peran para pembimbing menjadi sangat penting dalam mendampingi siswa sejak proses persiapan penelitian, penyempurnaan gagasan, persiapan presentasi, hingga pelaksanaan kompetisi di Jakarta. Dukungan orang tua juga menjadi kekuatan besar bagi kedua siswa. Doa dan motivasi dari keluarga memberikan semangat agar mereka mampu menjalani setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, dukungan dari sekolah dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan penelitian menjadi bukti bahwa keberhasilan siswa merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi berbagai elemen pendidikan.

Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda

Perjalanan Tim Kha-Mar dalam OPSI 2026 memberikan sebuah pesan penting bahwa siswa SMP pun mampu menghasilkan penelitian dan inovasi yang dapat diperkenalkan di tingkat Nasional. Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin telah menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan bimbingan yang tepat, lingkungan pendidikan yang mendukung, serta kemauan untuk belajar, siswa dapat mengembangkan gagasan sederhana menjadi sebuah penelitian yang bernilai.

Penelitian DICOMBA juga menjadi contoh bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi penelitian. Potensi lokal yang selama ini mungkin dianggap sederhana ternyata dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi melalui proses ilmiah. Perjalanan Tim Kha-Mar di OPSI 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMP Swasta Bina Bangsa 01 lainnya untuk berani bermimpi, berani meneliti, dan berani menunjukkan karya terbaiknya. Prestasi ini bukan hanya milik Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin, tetapi juga menjadi kebanggaan SMP Swasta Bina Bangsa 01 dan Kalimantan Tengah.

Kha-Mar, Terus Berkarya dan Menginspirasi

Perjalanan selama tujuh hari di Jakarta telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin. Dari proses registrasi, persiapan stand, presentasi, tanya jawab bersama juri, Research Idea Challenge, kegiatan Bina Talenta Indonesia, hingga penghargaan, semuanya menjadi pengalaman yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka. Semangat penelitian yang telah tumbuh diharapkan tidak berhenti setelah OPSI 2026 berakhir. Justru pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk terus menghasilkan karya-karya baru yang lebih kreatif, inovatif, dan bermanfaat. SMP Swasta Bina Bangsa 01 menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada Tim Kha-Mar atas perjuangan dan dedikasinya dalam membawa nama sekolah dan Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

Semoga pencapaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya dan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selamat kepada Khadrian Maulana dan Ahmad Qomarudin!
Selamat kepada Tim Kha-Mar!
Terus Berkarya, Terus Berinovasi, dan Terus Menginspirasi!

SMP Swasta Bina Bangsa 01
Bangga Berkarya, Menginspirasi, dan Meraih Prestasi.